Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Kabar Kuliner
Pemkab Bantul kumpulkan pengelola SPPG untuk evaluasi MBG
BetFoodie Lidah Indonesia2026-02-06 23:59:45【Kabar Kuliner】503 orang sudah membaca
PerkenalanBupati Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Abdul Halim Muslih disela menjalankan tugas di Bantul. AN

Bantul (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, segera mengumpulkan para pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah tersebut untuk melakukan evaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak sekolah.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, di Bantul, Selasa, mengangakan langkah mengumpulkan para pengelola SPPG MBG tersebut salah satunya menindaklanjuti adanya laporan keracunan makanan yang dialami siswa yang diduga setelah menyantap makanan MBG di wilayah Kecamatan Jetis.
"Masalah Makan Bergizi Gratis ini harus terus kita evaluasi, kita pantau kita cari apa penyebab sesungguhnya, maka kita akan rapat tentang Program MBG dengan mengundang semua penanggung jawab SPPG," katanya.
Bupati menargetkan dalam waktu dekat atau dalam minggu ini dapat mengundang para pengelola SPPG di Bantul, mengenai masalah atau kendala yang dihadapi termasuk mencari solusi bila ada persoalan dalam menjalankan proyek nasional tersebut.
Baca juga: BGN perkuat pelaksanaan program MBG di Kabupaten Bantul
"Para penanggung jawab SPPG yang ada di Bantul coba kita tanya satu per satu apa problemnya, apa masalahnya, kok masih saja terjadi laporan itu (keracunan)," katanya.
Menurut dia, laporan keracunan makanan yang dialami siswa diduga usai menyantap MBG memang bukan gambaran semua SPPG, melainkan hanya beberapa peristiwa, dan bukan representasi dari semuanya.
"Ini kecelakaan, tapi bagaimanapun karena ini menyangkut kesehatan anak-anak kita, pastilah harus kita cari solusinya, kita temukan penyebabnya apa kok masih saja terjadi keracunan seperti ini," katanya.
Sementara itu, terkait dengan laporan ratusan siswa di salah satu SMA negeri di Jetis yang diduga keracunan makanan pada Jumat (31/10), Bupati mengangakan sudah dilakukan asesmen oleh pihak terkait, dan ngak ada yang perlu menjalani rawat inap.
Baca juga: Bantul awasi pemberian MBG di sekolah meski bukan kewenangan daerah
"Sudah diasesmen dan Alhamdulillah ngak ada yang perlu dirawat inap, artinya mereka yang masih muda tentu imunitas masih kuat, tapi kan kita harus mengantisipasi lebih jauh, jangan sampai ada keracunan lagi," katanya.
Suka(8283)
Sebelumnya: Ini kronologi lengkap temuan
Selanjutnya: 56 UMKM di Jakbar ikuti pelatihan komoditi makanan
Artikel Terkait
- 2.031 anak terima manfaat MBG Polres Solok Selatan
- Dinkes: 83 SPPG di Tangerang mendaftar penerbitan SLHS MBG
- Pengamat sebut produk halal ekraf bisa tingkatkan pendapatan negara
- Ditjenpas pastikan Lapas Gunung Sitoli telah kondusif pascaricuh
- Komdigi hadirkan Garuda Spark Medan untuk pengembangan talenta digital
- Menhan pastikan pembangunan Yonif Teritorial TP 821 berjalan baik
- Istana suguhkan Soto Banjar hingga mangut gindara untuk Presiden Afsel
- Makanan olahan sebabkan 121 orang keracunan di Buryatia
- Jarang diketahui, ini deretan khasiat bawang putih bagi tubuh
- Unhas budidaya jamur tiram di Kampung Rimba
Resep Populer
Rekomendasi

Ini kata SPPG Meruya Selatan terkait asal menu beracun pada MBG

Yili Raih Dua IDF Dairy Innovation Awards di World Dairy Summit 2025

Dari lokal ke global, UMKM Indonesia BISA Ekspor (bagian 2)

Hamas: Cuma 980 truk bantuan masuk Gaza sejak gencatan senjata berlaku

Baru tiga SPPG kantongi SLHS, Pemprov DIY ungkap kendalanya

Istana suguhkan Soto Banjar hingga mangut gindara untuk Presiden Afsel

Terumbu karang Laut Merah tunjukkan kekebalan terhadap pemutihan

Istana suguhkan Soto Banjar hingga mangut gindara untuk Presiden Afsel